TumurunPrivate merupakan salah satu museum di kota Solo yang bersifat "private" milik anak dari pendiri perusahaan tekstil almarhum H.M Lukminto, yaitu PT. Sritex, sebagai bentuk penghormatan pada beliau yang juga mencintai dunia seni. Orang Solo, Sukoharjo, Wonogiri, dan sekitarnya pasti tahu banget nih PT Sritex, hehehe. Biayamasuk museum ini pun bisa dibilang terjangkau, yakni Rp6.000,00 per pengunjung. 3. Museum Tumurun. Museum Pers Nasional buka pada Senin-Jumat mulai pukul WIB, dan untuk tiket masuknya gratis. Adapun untuk lokasinya adalah di Jalan Gajahmada Nomor 59, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Andadapat dengan mudah menemukan penerbangan murah / tiket pesawat LCC dari Bandara Internasional Kairo di Kairo hingga Abidjan. Bandingkan harga tiket pesawat dan pesan tiket dengan harga terendah di berbagai maskapai penerbangan secara real time 24 jam. Hemat uang Anda dengan diskon dan promosi dan temukan penawaran terbaik di Trip.com! HargaTiket Masuk Tumurun Private Museum Tidak ada tiket masuk yang berlaku di museum ini. Museum ini gratis untuk publik. Namun pengunjung yang ingin berkunjung ke museum ini harus melakukan reservasi atau appointment terlebih dahulu. Caranya, lakukan reservasi secara online dengan cara mengisi formulir. Memanfaatkanwaktu akhir pekan anda dengan mengunjungi wisata Museum Radya Pustaka yang tak akan membuat dompet jebol. Sebab sampai saat ini harga tiket masuk Museum Radya Pustaka hanya mematok tarif sebesar Rp5.000 per orangnya. Dengan biaya yang amat sangat terjangkau ini para wisatawan bisa berlibur di Museum tertua Indonesia ini sampai puas. qmtN. - Museum Tumurun merupakan salah satu museum ternama di Kota Solo. Diketahui, museum tersebut adalah museum privat milik keluarga Lukminto pendiri PT Sri Rejeki Isman Sritex. Museum Tumurun berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional Solo, dekat Taman Sriwedari. Dilansir dari Museum Tumurun dibangun oleh anak Almarhum HM. Lukminto. Baca juga Cara Mengurus N5 Surat Izin Orang Tua untuk Menikah, Simak Syaratnya Berikut Ini Baca juga Cara Reservasi Bus Tingkat Werkudara, Wisatawan Tetap Harus Patuhi Protokol Kesehatan Ppendirian Museum Tumurun ditujukan untuk memajang koleksi karya seni milik ayahnya. Dari segi bangunan, Museum Tumurun tidak seperti museum pada umumnya. Museum Tumurun di Jalan Kebangkitan Nasional Solo, museum unik milik keluarga Bos Sritex Solo, Iwan Lukminto. Irfan Al Amin Pasalnya, pagar dan bangunan Museum Tumurun berwarna putih bersih, dengan desain modern. Uniknya, Museum Tumurun tidak memasang papan nama sehingga orang yang melewatinya bisa saja mengira bangunan Museum Tumurun adalah sebuah rumah besar. Museum Tumurun memiliki kurang lebih 150 koleksi karya seni berupa lukisan, instalasi seni, hingga mobil antik. Tidak hanya menambah pengetahuan baru, Museum Tumurun juga bagus untuk berfoto. Hal ini lantaran banyak lokasi yang Instagramable. Jika Anda berminat mengunjungi Museum Tumurun, perhatikan hal berikut. Meski berkunjung ke Museum Tumurun gratis, namun pengunjung yang ingin masuk tetap harus memesan tiket masuk. Selain itu, tiket masuk hanya bisa dipesan secara online melalui situs resminya, Cara pesannya cukup mudah kok, berikut langkahnya 1. Buka 2. Jika sudah terbuka, pilih menu events. 3. Selanjutnya, isi waktu kunjungan. 4. Pengunjung yang berhasil memesan tiket akan mendapat konfirmasi melalui email. * Pastinya sudah tidak asing lagi dengan Museum Tumurun Solo bukan. Bagaimana tidak private museum yang ini memang menawarkan karya -karya seniman kelas wahid. Bukan hanya indah dipandang namun juga kece buat foto tentunya. Selain lukisan, ternyata disana ada banyak karya dari koleksi pribadi Lukminto pendiri Sritek Solo. Tidak hanya hasil karya tangan – tangan dalam negeri, namun ada karya dari Jepang, Singapura, Filipina, hingga Amerika. Meski begitu mempesona, namun pengunjung tidak bisa datang sewaktu – waktu, harus booking dulu ya. Apalagi dari namanya sudah sangat jelas yaitu private museum artinya museum pribadi. Sebenarnya adalah koleksi pribadi dari keluarga Lukminto, namun sebagai bentuk dedikasi untuk mengedukasi masyarakat kamu juga bisa kesana. Barangkali besuk juga punya museum sendiri ya. Sejarah Temurun Private Museum Temurun Private Museum memang terbilang baru, bahkan baru dibuka pada April 2018 lalu. Adalah Iwan Kurniawan Lukminto, anak dari Alm. Lukminto pendiri PT. Sri Rejeki yang telah berdiri sejak tahun 1996. Sebagai bentuk dedikasinya kepada yang ayah apalagi melihati banyaknya koleksi karya seni yang dimiliki maka dibukalah museum ini. Tak tanggung-tanggung museum yang buka dari jam terdiri dari seni kontemporer dan modern ini menyimpan lebih dari 100 karya. Meski dibuka untuk umum, namun pengunjung hanya diberikan waktu selama 1 jam saja. Lalu jadwal buka dari museum Temurun Solo ini adalah Selasa-Sabtu pukul WIB Minggu pukul WIB Kamu bisa berkunjung mulai dari hari selasa hingga minggu, namun untuk hari senin tutup. Saat berkunjung kesana, pengunjung hanya boleh mengunjungi lantai satu plus sudah dipandu oleh pihak sana. Lalu lantai dua yang berisi modern art tidak dibuka untuk umum. Karya yang satu ini memang kerap muncul di medsos, bahkan bisa dibilang “kalau belum disini berarti belum datang ke Museum Temurun. Ternyata spot yang viral ini adalah karya dari Wedhar Riyadi dengan judul Changing Perspectives. Ada banyak bola mata dengan jumlah yang banyak menatap ke berbagai sisi dengan tinggi 7 meter Berada di sisi Changging Perspective ada mobil Mercedez dan Dodge antik milik Lukminto alm. Mobilnya masih kinclong banget “Coba punya satu saja ya” Kalau ini gak diragukan lagi, ada banyak sekali lukisan dari tangan – tangan seniman. Nilai artistik yang tak ternilai dan syarat makna. Tentunya masih ada banyak lagi karya seni disana. Biar gak tambah penasaran yuk cek official IG dan websitenya berikut ini IG TemurunPrivateMuseum dan web Cara Masuk Museum Temurun Banyak yang bingung, bagaimana cara masuk ke Temurun Private Museum. Ya meski dibuka untuk umum, namun memang kamu harus daftar online dulu di situs resminya. Silahkan kamu isi data pada laman Event. Nah disitu sudah ada tanggal kunjungan yang dibuka. Meski gak setiap hari dibuka, namun hampir setiap hari ada jadwalnya. Apabila masih bingung juga langsung nhi hubungi nomer telp 0271-7463320 atau Hp 81227002152 Registrasi Klik disini Lokasi Museum Temurun Letaknya ditengah kota sangat mudah dijangkau yakni terletak di Jl. Kebangkitan Nasional. Ancer-ancernya adalah berada disebelah utara Pasar Kembang. Berikut info alamat lengkap dan google mapnya, Alamat Jl. Kebangkitan Nasional No. 2, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 5714 Peta Klik disni Meski menampilkan karya artistik yang ternilai, namun pengunjung tidak dikenakan biaya sema sekali alias harga tiket masuk Tumurun Museum Solo ini Gratis. HTM Gratis Aturan Foto Jika ingin berswafoto, pengunjung akan diberi waktu 15 menit. Dimana pengunjung bebas berfoto namun tetap di lantai satu. Biar gak salting, ikut nhi aturan yang ada Tidak boleh menyalakan flash kamera Dilarang berdiri terlalu dekat dengan karya Tidak boleh memegang karya Temurun Museum Solo bisa jadi destinasi wisata baru di Solo. Mengingat lokasinya yang mudah dijangkau, rasanya wajib datang kesini. Namun kamu harus reservasi dulu di situs resminya, karena kamu tidak bisa datang- datang kesan. Mengingat kunjungannya pun hanya dibatasi dua kali saja dalam sehari. Selain itu harga tiket masuk Tumurun Museum itu gratis, jadi gak masalah bukan kalau perlu otak atik online. SOLO, – Museum Tumurun merupakan museum privat milik keluarga Lukminto pendiri PT Sri Rejeki Isman Sritex, yang berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional Solo, dekat Taman Sriwedari. Dibangun oleh anak Almarhum HM. Lukminto, pendirian Museum Tumurun memang ditujukan untuk memajang koleksi karya seni milik ayahnya.“Dari sana jugalah asal muasal nama Tumurun, yaitu dari kata turun-temurun,” kata guide yang menemani perjalanan beberapa waktu lalu. Dilihat dari sisi depan, bangunan Museum Tumurun tidak terlihat seperti museum pada umumnya. Baca juga Niat Masyarakat Berkunjung ke Museum Semakin Tinggi Pagar dan bangunan Museum Tumurun berwarna putih bersih, dengan desain modern. Museum Tumurun juga tidak memasang papan nama sehingga orang yang melewatinya bisa saja mengira bangunan Museum Tumurun adalah sebuah rumah besar. Di luar pagar Museum Tumurun, petugas akan menyapa dan menanyakan identitas pengunjung yang datang. Jika sudah, pengunjung diizinkan masuk ke halaman Museum Tumurun untuk menunggu jadwal kunjungan dan pintu dibuka. Sebelum memasuki area koleksi karya seni dipajang, petugas atau guide akan terlebih dahulu memaparkan sejarah Museum Tumurun, dan aturan-aturan yang harus ditaati pengunjung. Baca juga Menenggang Empati, Berkunjung Ke Museum Nasional Tidak hanya bertugas sampai di sana, guide juga akan menjelaskan, dan menjawab pertanyaan pengunjung terkait karya seni yang dipajang. Tak perlu khawatir, pengunjung tidak perlu membayar guide yang bertugas karena sudah termasuk fasilitas dari Museum Tumurun. Sama seperti bagian luarnya, bagian dalam Museum Tumurun juga dicat putih bersih. Hal tersebut membuat nuansa muram yang sering kali terasa di museum menghilang sama sekali. Peletakkan lampu di berbagai sisi menambah terang ruangan. Ketika berkeliling melihat koleksi karya seni, pengunjung tidak akan merasa kepanasan karena bagian-bagian Museum Tumurun dipasangi AC. Terdiri dari dua lantai, Museum Tumurun memiliki kurang lebih 150 koleksi karya seni berupa lukisan, instalasi seni, hingga mobil antik. Baca juga Pameran Seni Rupa Orak-arik di Solo Rahma Nidya Salah satu sisi Museum Tumurun. Di lantai dua, tersimpan karya old master seperti Affandi, Ahmad Sadali, Antonio Blanco, Hendra Gunawan, S. Sudjojono, Johan Rudolf Bonnet, Walter Spies, Basoeki Abdullah, dan Raden Saleh. Namun, koleksi di lantai dua hanya bisa dilihat kalangan terbatas. Meski begitu, di lantai satu pengunjung bebas menikmati karya seniman-seniman kontemporer seperti Tisna Sanjaya, Eddy Susanto, Hery Dono, dan Rudi Mantofani. Museum Tumurun memiliki banyak spot foto instagramable. Contohnya pada instalasi Floating Eyes yang merupakan salah satu ikon terkenal Museum Tumurun. Rahma Nidya Floating Eyes karya Wedhar Riyadi, salah satu koleksi Museum Tumurun yang paling digemari pengunjung. Floating Eyes merupakan instalasi seni karya Wedhar Riyadi, yang dibuat pada 2017. Floating Eyes terlihat menyerupai tumpukan mata berwarna merah dan biru. Baca juga TeamLab Future Park, Instalasi Seni Interaktif Siap Digelar Tidak hanya bagus untuk berfoto, Floating Eyes juga memiliki makna yang tak kalah menarik. Tumpukan mata tersebut menggambarkan mata-mata yang selalu melihat dan mengawasi manusia melalui media datang ke Museum Tumurun, pengunjung tidak dikenakan biaya, alias gratis. Selain ekonomis, sepulang dari Museum Tumurun, pengunjung tidak hanya membawa foto-foto yang instagramable, melainkan juga pengetahuan baru terkait karya seni kontemporer. Museum Tumurun pun ramai dikunjungi wisatawan dari yang muda hingga tua. Baca juga Berkunjung ke Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia di Jakarta Timur Berminat berkunjung ke Museum Tumurun? Sebelum itu, catat hal-hal berikut. 1. Harus memesan tiket Meski gratis, pengunjung yang ingin masuk ke Museum Tumurun tetap harus memesan tiket masuk. Tiket masuk hanya bisa dipesan secara online melalui situs resminya, Baca juga 6 Tempat Liburan Gratis di Jakarta, Cocok Untuk Liburan di Tanggal Tua Cara pemesanannya sangat mudah. Setelah situs terbuka, pilih menu events, dan waktu kunjungan. Pengunjung yang berhasil memesan tiket akan mendapat konfirmasi melalui email. 2. Kuota kunjungan dibatasi Pada situsnya, Museum Tumurun menampilkan jadwal kunjungan yang bisa dipilih oleh calon pengunjung. Setiap jadwal dilengkapi jumlah sisa kuota pengunjung. Baca juga Musim Liburan, Pengunjung Kota Tua Jakarta Capai Orang Saat musim liburan, kuota akan lebih cepat terpenuhi. Maka dari itu, calon pengunjung harus memesan tiket dari jauh hari. 3. Menaati aturan Museum Tumurun memiliki beberapa aturan yang harus ditaati pengunjungnya. Ketika memasuki area museum, pengunjung harus menyebutkan nama pemesan tiket, dan menunjukkan kartu identitas. Baca juga 6 Oleh-oleh Legendaris Khas Solo yang Wajib Kamu Bawa Pulang Setelah itu, pengunjung bisa masuk ketika pintu sudah dibuka oleh petugas. Sebelum memasuki ruangan pemajangan karya seni, pengunjung harus meninggalkan tas punggung dan barang besar yang dibawa. Jangan khawatir, barang yang ditinggal akan aman karena berada dalam pengawasan CCTV. Selain itu, pengunjung dilarang menyentuh karya seni, berbicara nyaring, membawa makanan dan minuman, serta mengambil gambar menggunakan flash. Nah, berbekal catatan tersebut, Anda sudah siap untuk berkunjung ke Museum Tumurun. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. - Mencari tempat wisata Instagramable di Solo? Yuk simak rekomendasinya. Dikenal sebagai tujuan kuliner, Kota Solo ternyata memiliki cukup banyak tempat wisata Instagramable yang sayang untuk dilewatkan. Koleksi di Tumurun Private Museum yang menjadi salah satu spot foto Instagramable. Instagram/tumurunmuseum Deretan tempat wisata Instagramable di Solo diketahui menyuguhkan sederet spot unik dan punya ciri khas tersendiri. Menariknya, sederet tempat wisata Instagramable di Solo dapat dinikmati dengan tarif terjangkau. Pesan hotel murah di Solo, klik di sini. Bahkan beberapa tempat wisata Instagramable di Solo bisa dikunjungi secara gratis, lho. Nah, berikut rekomendasi tempat wisata Instagramable di Solo yang telah TribunTravel rangkum dari berbagai sumber. Pesan tiket pesawat Jakarta-Solo, klik di sini. 1. Tumurun Private Museum Tumurun Private Museum sejatinya merupakan museum yang berisikan koleksi pribadi. Beruntung, koleksi tersebut kini dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Pesan tiket masuk wisata di Solo, klik di sini. Koleksi di Tumurun Private Museum yang menjadi salah satu spot foto Instagramable. TribunTravel/Yurokha Beli oleh-oleh keripik intip madu khas Solo di Shopee, klik di sini. Terdapat berbagai koleksi menarik, mulai dari lukisan, seni koontemporer, seni modern, mobil klasik, instalasi seni dan masih banyak lagi. Skip to content Paket WisataRental MobilSewa Bus PariwisataSewa MotorKontakTravel Blog Tumurun Private Museum Tidak ada salahnya sekali-kali habiskan waktu liburan akhir pekan Anda mengunjungi museum. Misal Anda sedang liburan di Solo, sempatkan untuk mampir ke museum unik Tumurun Private Museum. Museum ini kerap jadi bahan perbincangan para pemerhati seni Indonesia. Tak hanya itu, museum ini juga telah menambah jumlah daftar museum unik di Solo. Berdasarkan akun Instagram Museum Pribadi Tumurun, beberapa koleksi museum berupa karya seni instalasi seperti halnya yang ada di Museum Macan Jakarta. Sejarah Tumurun Private Museum Tumurun Private Museum adalah sebuah museum pribadi yang dicetuskan oleh Lukminto, seorang pengusaha tekstil sukses di Solo. Museum ini resmi dibuka sekitar awal April tahun 2018 lalu dan masih berstatus private kecuali di waktu-waktu tertentu. Dari awal rilis hingga sekarang, bangunan museum ini beserta koleksinya dikelola langsung oleh keluarga Lukminto. Alasan utama mengapa museum ini masih bersifat private karena faktor infrastruktur museum yang masih belum memadai. Namun bukan berarti publik tidak diperbolehkan untuk berkunjung ke tempat wisata Solo ini. Sah-sah saja untuk mengunjungi museum ini, hanya saja para pengunjung wajib memperhatikan dan mematuhi aturan yang ada. Jika menelisik sejarah pendirian museum ini, mulanya museum milik keluarga ini terbatas untuk keluarga dan kerabat saja. Namun sejak awal April tahun 2018, museum ini akhirnya melayani reservasi kunjungan untuk publik. Ada cukup banyak koleksi karya seni yang tersimpan dengan sangat baik di sini. Dan koleksi ini adalah koleksi pribadi keluarga Lukminto dan keturunannya. Tak heran jika museum ini memiliki nama Tumurun karena berasal dari istilah turun-temurun’ yang artinya mewariskan ke generasi berikutnya. Sang putra lalu mendirikan museum ini untuk meneruskan hobi sang ayah yang tak lain adalah seorang kolektor karya seni. Daya Tarik Tumurun Private Museum Museum Pribadi Tumurun ini memiliki koleksi yang beragam. Koleksi-koleksi inilah yang kemudian menjadi daya tarik sekaligus hal utama yang membuat publik penasaran. Berbeda dengan koleksi Museum Affandi yang sebagian besar koleksinya adalah karya lukis abstrak, museum ini lebih menampilkan koleksi karya seni modern. Koleksi karya seni modern ini dipamerkan di dua zona yang berbeda, yaitu zona publik di lantai 1 dan zona private di lantai 2. Adapun daftar koleksi karya yang tersimpan rapi di museum ini antara lain lukisan karya Sang maestro lukis, Affandi Antonio Blanco Walter Spies Basoeki Abdullah Raden Saleh dll Ada sekitar 100 buah karya seni yang tersimpan di lantai 1. Kemudian di bagian depan ruang, terdapat karya Floating Eyes yang sangat estetik. Floating Eyes ini adalah buah karya Wedhar Riyadi. Di dekat Floating Eyes, pengunjung dapat melihat satu unit mobil antik Mercedes Benz keluaran tahun 1972. Ada juga sederet karya hasil tangan-tangan kreatif seperti AD Pirous Handiwirman Saputra Heri Dono Pramuhendra Eko Nugroho Eddy Susanto Eddie Hara Entang Wiharso Fasilitas di Tumurun Private Museum Di dalam museum ini, Anda dan pengunjung lainnya dapat menikmati sejumlah fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, dan mushola. Dengan adanya fasilitas ini, para pengunjung tentu akan merasa nyaman selama sedang berkunjung di museum ini. Selain fasilitas basic, pihak pengelola museum juga menyediakan beberapa fasilitas pendukung. Sebut saja layanan tour guide dan layanan kemudahan reservasi Museum Pribadi Tumurun. Jika Anda lihat fasilitas-fasilitas di atas, museum ini memang unik dan jauh berbeda dengan Museum Ullen Sentalu dan museum-museum umum lainnya. Di sini Anda tidak akan menjumpai fasilitas resto yang biasanya menjual aneka jenis makanan khas Solo. Anda juga tidak akan menemukan fasilitas-fasilitas lainnya yang umumnya ada di wisata museum seperti loker untuk menyimpan barang-barang para pengunjung. Harga Tiket Masuk Tumurun Private Museum Tidak ada tiket masuk yang berlaku di museum ini. Museum ini gratis untuk publik. Namun pengunjung yang ingin berkunjung ke museum ini harus melakukan reservasi atau appointment terlebih dahulu. Caranya, lakukan reservasi secara online dengan cara mengisi formulir. Di dalam formulir ini, Anda harus mengisi nama, email, dan nomor telepon. Kemudian, silahkan Anda tentukan jadwal kunjungan yang Anda kehendaki. Jangan lupa cantumkan jumlah dan nama orang-orang yang turut mengikuti kunjungan. Setelah semua ini selesai, Anda tinggal menunggu email balasan dari pihak museum. Email balasan inilah yang bisa menjadi bukti Anda untuk bisa masuk ke museum Sekedar info, selain gratis, museum ini juga terbuka untuk pengunjung dari berbagai kalangan usia. Jadi, jika Anda ingin mengajak si buah hati, tentu saja bisa. Ada cara lainnya untuk mengunjungi museum tanpa harus reservasi, yaitu dengan cara menghadiri Open House yang diselenggarakan oleh pihak museum. Caranya sangat mudah, yaitu cukup kunjungi situs resmi museum lalu klik Event. Jika Open House tersedia dalam waktu dekat, klik Register Here. Silahkan pilih group. Biasanya ada 10 group yang melakukan kunjungan museum dan masing-masing group berkesempatan untuk safari museum selama 30 menit. Retribusi Tarif Tiket Masuk Gratis Lokasi dan Rute Menuju Tumurun Private Museum Museum pribadi ini terletak di jantung Kota Solo. Ada beberapa tempat wisata terdekat yang bisa Anda sasar nantinya jika berhasil mengunjungi museum ini. Sebut saja ada Monumen Pers dan Museum Batik. Tentu kedua tempat wisata di atas juga bisa menjadi acuan untuk menentukan lokasi museum pribadi ini secara tepat. Nah, agar lebih mudah untuk mencari titik lokasi museum ini via Google Maps, berikut kami bagikan alamat lengkapnya. Alamatnya ada di Jalan Kebangkitan Nasional Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Lokasi ini sangat strategis dan dekat dengan pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan, sentra oleh-oleh khas Solo, dan lain sebagainya. Jika kebetulan Anda sedang berada di Kota Solo, cukup butuh waktu 6 menit saja untuk sampai di lokasi museum ini. Pilih rute via Jalan Ronggowarsito atau bisa juga via Jalan Dr. Rajiman. Namun jika Anda ingin bersafari wisata ke sejumlah tempat wisata lainnya, agar praktis dan juga hemat, kami rekomendasikan untuk menyewa mobil di Salsa Wisata. Kami tawarkan beberapa produk paket sewa mobil, Elf, Hiace, dan bus kepada Anda. Jika Anda pergi bersama rombongan, paket sewa Elf Short Solo pasti akan jadi pilihan yang tepat. Jam Operasional Tumurun Private Museum Museum Pribadi Tumurun ini buka dari Senin hingga Sabtu. Minggu tutup. Jam operasional yang berlaku di museum ini adalah dari jam sampai jam WIB. Setelah mengetahui informasi singkat tentang museum ini, jika Anda berminat, silahkan Anda dapat mulai membuat rencana kunjungan ke museum ini. Tidak mau repot reservasi lokasi? Gunakan saja paket wisata Solo murah dari Salsa Wisata. Dengan reservasi produk paket ini, Anda tak akan repot lagi soal akomodasi, transportasi, dan bahkan destinasi untuk acara liburan Anda. Anda pun bisa tenang, santai, dan fun selama liburan di Private Tumurun Museum dan tempat-tempat wisata terdekat lainnya. Tentukan sendiri pula destinasi Anda misalnya saja seperti ke tempat wisata kuliner Solo terdekat. Related PostsBagikan Artikel Ini Ke Page load link

tiket masuk tumurun private museum